Sabtu, 05 September 2015

Kisah Seorang Istri yang Membuat Suaminya Tergila Gila Padanya

Seorang Ayah bercerita pd anak perempuannya:

Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus.

Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa?

Wanita itu menjawab :
“Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka.

Jangan Anda katakan karena harta !
Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya.

Jangan pula Anda katakan karena anak-anak !
Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya.

Dan betapa banyak istri yang pintar memasak.
Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.”

Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap:
“Lantas apakah #rahasia nya..?”

Wanita itu menjawab:
“Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.”

“Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter.

Wanita itu segera menjawab:
“Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang.

Setelah ia tenang, aku katakan padanya;
'Apakah sudah selesai?' Selanjutnya aku keluar…. Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya. Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.”

“Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran.

Wanita itu menasehati :
“Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah.
Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.”

“Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar.

Wanita itu menjawab:
“Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum.
Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.”

“Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub.

Wanita itu berkata:
“Tidak...
Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.”

“Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter.

Wanita itu menjawab :
“Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh.
Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?”

“Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter.

“Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami.
Dan sejatinya antara #suami #istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri.
Harga diri apa lagi..?!!
Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”

(akhwatmuslimahindonesia.blogspot.com)

Minggu, 29 Maret 2015

ROMANTISME

Romantis.. Kata yg diidamkan terutama oleh kaum hawa, yg kdg sulit dimengerti oleh kaum adam. Memang, seseorg memandang sesuatu tergantung dr sudut pandang yg dipakai org tsbt. Dan cara pandangnya itu akan menentukan sikap dan tingkah lakunya. Termasuk juga sesuatu yg dikatakan romantis, maka seseorg memandang makna romantis tergantung dr sudut pandangnya. Dan sudut pandang ini dipengaruhi terutama dr apa yg dia lihat, dengar atau rasakan dr lingkungannya selama dia hidup.

Paling tidak ada dua makna romantis menurut pikiran penulis:

(1) Kebanyakan, seorg wanita memaknai sesuatu itu romantis jika pasangannya melakukan sesuatu yg sering meraka lihat dan dengar, terutama dr layar kaca baik itu sinetron, film, iklan atau telenovela. Di situ kadang dipertontonkan bahwa sesuatu yg romantis jika pasangannya menatapnya dalam, menggendongnya mesrah, mengucapkan pujian setinggi langit, memberinya sekuntum bunga, cincin atau coklat di bawah rembulan malam atau di sebuah rumah makan mewah dengan lilin sebagai penerangnya dgn alunan musik lembut mendayu-dayu. Jika pasangan prianya telah melakukan hal tersebut, maka si wanita akan merasakan perasaan senang berbunga-bunga, terbuai, terlena dan kemudian semakin jatuh ke dalam perasaan cinta yg smakin dalam dan timbul rasa percaya kepada sang pria bahwa dia benar-benar mencintainya, karena telah melakukan sesuatu hal yg sungguh romantis dan so sweet bgt kepadanya. Sehingga apapun yg dikatakan dan diminta oleh si pria, maka si wanita akan spontan manggut, percaya, takluk bahkan rela dan ikhlas padanya sbg balasan atas pengorbanan 'romantisme' si pria yg bgtu luar biasa di mata wanita.

(2) Sedangkan makna romantis yg lain, merupakan makna yg sering muncul dr sudut pandang seorg pria, yg kadang dianggap pasangan wanitanya sbg sesuatu yg biasa atau lazim saja. Mencari nafkah halal dr pagi sampe pagi, berbelanja kebutuhan dapur dan rumah tangga di pasar yg bau, panas dan becek, mengangkat galon dan gas yg beratnya melebihi barbel di tempat fitnes, memikirkan bgmna caranya berhemat agar kebutuhan pokok keluarga terpenuhi, agar gizi keluarga tercukupi, atau membantu pekerjaan rumah tangga lain sperti membantu cuci piring dan pakaian serumah, memasak,membersihkan rumah atau sekedar melayani diri sendiri agar si wanita berkurang kerepotannya dalam melayani pasangannya.

Menurut anda yg manakah yg lebih layak dikatakan romantis? Sekali lagi bergantung dr sudut pandang kita.

Menurut penulis yg merupakan seorg pria (berdasarkan penilaian yg obyektif ya), keduanya merupakan sesuatu yg romantis. Namun, makna yg kedua merupakan romantis yg lebih benar dan nyata. Dengan kata lain, makna yg pertama sedikit lebih memungkinkan memiliki sifat yg semu dan menipu. Artinya hal tersebut bisa saja dilakukan pria kpd wanita krn ada sesuatu yg dia harapkan dr si wanita. Artinya ada imbalan yg diharapkan dr pasangnnya. Seandainya pun, ternyata hal tersebut ikhlas dilakukan oleh seorg pria, maka apa manfaat yg diperoleh sorg wanita setelahnya? Mungkin awalnya hanya euforia (rasa senang), yg lambat laun akan hilang dan ternyata kurang bermanfaat dikemudian hari. Krn wanita makhluk perasa, maka hal yg pertama itu sering dimanfaatkan pria utk mendapatkan sesuatu yg diinginkan dr si wanitanya. Jadi, hati2 lah... Selain itu, contoh yg pertama bisa dilakukan oleh semua pria, sedangkan yg kedua hanya sedikit yg bisa melakukannya krn berbagai alasan, sprti capek, males, bkn tugas saya/laki-laki, gengsi, malu, merendahkan kaum pria dan sejenisnya. Pria di contoh pertama blm tentu mau melakukan contoh kedua, bahkan contoh pertama itu hanya bersifat insidentil yg hanya dilakukan sekali-kali. Sedangkan pria pd contoh yg kedua biasanya akan lebih sering dilakukan. Jd yg mana lebih baik dan menguntungkan bg si wanita?

Berbeda dengan makna romantis yg kedua. Di mana hal tersebut, benar2 lebih mencerminkan rasa cinta yg lebih nyata kpd seorg wanita. Mengapa? Karena hal2 tersebut terjadi secara lebih konsisten, berulang2 tiap hari, dan lebih banyak mengorbankan sumber daya (tenaga, moral, waktu dan harta) yg dimiliki si pria dibandingkan jenis romantisme yg pertama. Namun mengapa hal tersebut kadang dianggap sbg sesuatu yg biasa saja (bukan hal yg romantis) di mata wanita? Jawabannya, karena kadang si wanita hanya bisa mengindra yg terlihat didepannya saja, tanpa berfikir lebih dalam lagi.

Saya ambil satu contoh saja, yaitu mencari nafkah yg dilakukan si pria utk pasangan wanitanya. Apakah si wanita mengetahui pengorbanan seorg pria selama mencari nafkah halal utk keluarganya di luar? Rasa berat meninggalkan rumah yg teduh dan damai ke lingkungan kerja yg kadang liar dan tdk mengenal belas kasih. Mengendarai kendaraan motor yg mungkin saja sdh kurang layak pakai. Ban yg sdh tipis, rem yg kurang pakem, goncangan yg bikin pegal. Belum lagi terik matahari yg membakar kulit. Peluh keringat membasahi mgkn sesuatu yg sdh biasa. Belum hujan yg dinginnya menggigit, banjir dan becek yg membuat motornya mogok sehingga harus didorong. Belum macet, dan tentunya resiko kecelakaan yg cukup mengerikan. Nyaris tabrakan, merupakan hal yg lumrah terjadi pd pemotor yg keluar tiap hari, yg jika terjadi (naudzu billah) maka nyawa bisa jadi taruhan. Sampai ditempat kerja, sudah menanti kewajiban berat yg cukup byk menyita pikiran dan tenaga. Konflik dgn rekan, klien atau atasan merupakan hal biasa di lingkungan kerja. Itulah mengapa, istri yg menyambut suami yg baru pulang merupakan hal sepele namun penting dan sgt diharapkan suami. Mgkn ekspresi suami biasa saja saat disambut, namun dlm hatinya trdapat perasaan senang krn pengorbanannya seharian mencari nafkah sedikit dihargai. Ingatlah wahai istri, bahwa tdk semua pengorbanan suami diceritakannya kepadamu. Maka hargai setiap pengorbanannya utkmu.

Itu baru dari sisi mencari nafkah. Bgm dgn lainnya?

Sayangnya kadang si wanita tetap keukeh bahwa yg romantis itu adalah yg pertama. Ya sudahlah, mungkin pandangan romantis yg ditontonkan film2 di layar kaca msh melekat kuat dipikiran si wanita. Sayangnya, film2 itu hanya berdurasi 2-3 jam. Bukan berhari-hari, berminggu apalagi bertahun-tahun. Yg dimunculkan kebanyakan hal yg baik, romantis dan memiliki akhir yg bahagia. Krn tujuan film tersebut adalah utk membahagiakan si penonton, membuat penonton terpukau, bukan utk mendidik penonton atau menyajikan fakta kehidupan yg sebenarnya kpd penontonnya. Krn kalau bgt, maka penonton akan jemu. Maka kita tdk bisa menyamakan film dgn kehidupan nyata yg direncanakan seumur hidup. Ada anekdok, yg bertanya mengapa film2 terutama film korea itu romantis? Krn filmnya hanya berlangsung 2 jam..

Dan sayangnya lagi, romantisme 2 sejoli yg dipertontonkan film kebanyakan merupakan pasangan yg belum nikah/pacaran, sehingga cinta keduanya masih banyak bercampur dgn nafsu. Tentunya ini tdk layak dijadikan sbg penutan bg sepasang suami istri yg sah, yg menginginkan cinta sejati.

Jadi manakah yg lebih romantis? Silahkan jawab sendiri...

(mungkin bersambung)

fitgas

Rabu, 11 Februari 2015

ORANG BAIK? KENAPA?


MENGAPA ORANG BAIK SERING TERSAKITI?
• Karena orang baik selalu mendahulukan orang lain. Dalam ruang kebahagiaannya, ia tak menyediakan untuk dirinya sendiri, kecuali hanya sedikit.

MENGAPA ORANG BAIK KERAP TERTIPU?
• Karena orang baik selalu memandang orang lain tulus seperti dirinya. Ia tak menyisakan sedikitpun prasangka bahwa orang yg ia pandang penyayang mampu mengkhianatinya.

MENGAPA ORANG BAIK ACAAP DINISTA?
• Karena orang baik tak pernah diberi kesempatan membela dirinya. Ia hanya harus menerima, meski bukan dia yg memulai perkara.

MENGAPA ORANG BAIK SERING MENETESKAN AIR MATA?
• Karena orang baik tak ingin membagi kesedihannya. Ia terbiasa mengobati sendiri lukanya, Dan percaya bahwa suatu masa Allah kan mengganti kesedihannya.

NAMUN ORANG BAIK TAK PERNAH MEMBENCI YANG MELUKAINYA.
• Karena orang baik selalu memandang bahwa di atas semua, Allah-lah hakikatnya. Jika Allah menggiringnya, bagaimana ia akan mendebat kehendak-Nya.
• Itu sebabnya orang baik tak memiliki almari dendam dalam kalbunya.
• Jika kau buka laci2 di hatinya, akan kau temukan hanya cinta yg dimilikinya.

copas dr tmn

Minggu, 09 November 2014

Setahun sudah...

Assalamu'alaikum warahmatullahi Wabarakatuh. Bagaimana kabarnya istriku yang cantik? Semoga makin cantik, sehat sejahtera dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Aamiin..

Tidak terasa setahun sudah usia pernikahan kita. Banyak peristiwa yang telah kita lalui bersama. Baik itu suka maupun duka. Semoga saja masih lebih banyak sukanya dibanding dukanya ya :) Hehe..

Sedikit mengingatkan peristiwa tepat setahun yang lalu. Bukan mengingatkan tentang tata dekorasi ruangan resepsi. Atau bagaimana enaknya makanan walimahan kita. Juga bukan kostum cantik yang melekat di tubuh indahnya yayank. Atau tetek bengek pesta pernikahan, yang jauh sebelum acara terselenggara sudah banyak menyita waktu, dana dan pikiran banyak orang. Hihi.. Sudahlah, itu telah berlalu. Cukup dikenang indahnya perjuangannya saja, bukan lelahnya.

Tapi ada satu peristiwa yang paling penting yang harus selalu kita ingat. Peristiwa yang saking pentingnya hingga menggetarkan 'arsy Allah. Peristiwa yang menjadi inti dari sebuah pernikahan, yaitu IJAB KABUL. Ijab kabul sejatinya adalah sebuah perjanjian yang kuat, yang oleh Allah disebut sebagai sebuah ikatan yang kokoh. Ucapan yang enteng dilafalkan, tapi sangat berat tanggung jawabnya. Dengan ucapan ini, sesuatu yang haram bisa jadi halal. Suatu ucapan yang lebih mirip sebagai suatu transaksi penyerahan tanggung jawab sepenuhnya seorang wanita dari walinya ke seorang laki-laki yang mungkin baru dikenalnya. Yang dengannya, juga menunjukkan kerelaan seorang wanita untuk dipimpin oleh seorang laki-laki yang kelak akan menjadi suaminya. Inilah esensi ijab kabul, suatu perjanjian yang bukan main-main. Semoga kita selalu memegang teguh perjanjian ini. Aamiin..

Skalian curhat ya.. Beberapa waktu sebelum setahun yang lalu. Saat saya masih dalam pencarian (asiik.. Hihi). Mungkin penggalan nasyid yang saat itu sering saya dengar bisa menggambarkan keadaannya. Sepuluh malam terakhir romadhon terakhir saya jadi jomblo.

    Bersaksi cinta di atas cinta
    Dalam alunan tasbih ku ini
    Menerka hati yang tersembunyi
    Berteman di malam sunyi penuh do’a

    Sebut namamu terukir merdu
    Tertulis dalam sajadah cinta
    Tetapkan pilihan sebagai teman
    Kekal abadi hingga akhir zaman

    Istikharah cinta memanggilku
    Memohon petunjukmu
    Satu nama teman setia
    Naluriku berkata

    Di penantian luahan rasa
    Teguh satu pilihan
    Pemenuh separuh nafasku
    Dalam mahabbah rindu

    Diistikharah cinta….

Dan Alhamdulillaah, kamu menjadi jawaban istikharah cinta yang paling tepat bagi saya yang diberikan Allah melalui petunjukNya. Dan saya sangat bersyukur akan hal itu. Saya merasa menjadi seorang laki-laki yang diberikan anugerah besar oleh Allah berupa istri yang cantik, baik dan insya Allah solehah, yang harus saya jaga baik-baik. Dan luar biasanya lagi, melalui yayank saya dianugerahi lagi suatu amanah berupa anak yang cantik dari rahim yayank. Subhanallaah..

Sayang, sebagai suami dan penanggung jawab kamu dan anak kita Haura Adzkiya Amanyah, saya mohon doa, dukungan serta bantuannya. Saya tidak bisa menjalankan amanah ini seorang diri. Mari kita menjadi tim yang solid. Saya juga mohon maaf kalau saya belum bisa menjadi pemimpin, suami atau ayah yang baik dalam setahun ini. Saya sadar masih banyak kekurangan. Maafkan klo sebagai pemimpin saya bawel atau banyak mengatur, tapi itu karena saya sayang dan berusaha memastikan bahwa semua berjalan sesuai koridor syariahNya. Kalau ada perbuatan saya yang di luar koridor minta tolong diingatkan dengan baik. Karena saya bukan manusia tanpa dosa, bahkan banyak kekurangan.

Semoga Allah selalu memberikan kita petunjuk untuk menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Perjalanan kita masih panjang, insya Allah sampai akhirat sana.. Aamiin...

Untukmu istriku
Dari suamimu yang menyayangimu karena Allah.


fitgas

Kamis, 27 Februari 2014

Alasan Menikah

Jika landasan pernikahan adalah karena SEX, maka pasangan rajin bertengkar jika pelayanan di kamar tidur tidak memuaskan.

Jika landasan pernikahan adalah karena HARTA, maka pasangan bakal bubar jika bangkrut.

Jika landasan pernikahan adalah karena TUBUH, pasangan bakal lari jika rambut beruban dan muka keriput atau badan jadi gendut.

Jika landasan pernikahan adalah karena ANAK, maka pasangan akan cari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tidak hadir.

Jika landasan pernikahan adalah karena KEPRIBADIAN, pasangan akan lari jika orang berubah tingkah lakunya.

Jika landasan pernikahan adalah karena CINTA, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih baik, lagi pula manusia yang dicintai pasti MATI.

Jika landasan pernikahan adalah karena IBADAH kepada Allah, sesungguhnya Allah itu KEKAL dan MAHA PEMBERI HIDUP kepada makhluknya.

ALLAH mencintai hambanya melebihi seorang ibu mencintai bayinya.

Maka tak ada alasan apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga kecuali jika pasangan mendurhakai Allah.

Senin, 24 Februari 2014

UANG

Perkenalkan namaku adalah UANG
Orang barat menyebutku MONEY.

Wajahku biasa saja, fisikku juga lemah, namun aku mampu merombak tatanan dunia.

Aku juga "bisa" merubah perilaku bahkan sifat manusia karena manusia mengidolakan aku.

Banyak orang berubah kepribadiannya, mengkhianati teman, menjual tubuh, bahkan meninggalkan keyakinan imannya, demi aku!

Aku tidak mengerti perbedaan orang saleh dan bejat, tapi manusia memakai aku menjadi patokan derajat, menentukan kaya miskin, baik atau buruk, terhormat atau terhina.

Aku bukan iblis, tapi sering orang melakukan kekejian demi aku.

Aku juga bukan pihak ketiga, tapi banyak suami istri pisah gara-gara aku. Anak dan orangtua berselisih gara-gara aku.

Sangat jelas juga aku bukan Tuhan, tapi manusia kadang lebih mementingkan aku daripada Tuhannya, bahkan menyembah aku seperti Tuhan.

Seharusnya aku melayani manusia, tapi kenapa malah manusia mau jadi budakku?!

Aku tidak pernah mengorbankan diriku untuk siapa pun, tapi banyak orang rela mati demi aku.

Perlu aku ingatkan, aku hanya bisa menjadi alat bayar resep obat anda, tapi tidak mampu memperpanjang hidup anda.

Kalau suatu hari anda di panggil Tuhan, aku tidak akan bisa menemani anda, apalagi menjadi penebus dosa-dosa anda, anda harus menghadapi sendiri dengan sang Pencipta lalu menerima
penghakimanNya...

Saat itu, Tuhan akan hitung-hitungan dengan anda, APAKAH SELAMA HIDUP ANDA MENGUNAKAN aku dgn baik, atau sebaliknya MENJADIKAN aku sebagai TUHAN ? Bisa jadi saat itu anda akan membenci diriku..

Ini informasi terakhirku: Aku TIDAK ADA DI SURGA! Jadi jangan cari aku disana ya

Rabu, 25 Desember 2013

Ridha Suami jadi penentu Ridha Allah, Mengapa?

Suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu engkau mencintainya seumur hidupmu. Bahkan seringkali rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada dirinya sendiri atau ibunya sendiri.

Suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menafkahimu, perempuan asing yang baru saja dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

Suami ridha menghabiskan tenaga, pikiran dan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak-anakmu serta dirimu. Padahal dia tahu, di sisi Allah engkau lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anakmu dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan berharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

Suami berusaha menutupi masalahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan engkau terbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi. Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah lebih besar. Namun tetap saja masalahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapinya sendiri.

Suami berusaha memahami bahasa diammu dan bahasa tangismu, sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

Suami lebih mendahulukan keinginan, kebutuhan dan kepentinganmu dan anak-anakmu dibandingkan keinginan, kebutuhan dan kepentingannya sendiri karena menganggap engkau dan anak-anakmu lebih penting di matanya dibandingkan dirinya, padahal bisa jadi dia sangat menginginkannya namun berusaha menahannya demi engkau.

Bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka karena dia ikut bertanggung-jawab akan maksiatmu. Namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah dituntut ke neraka karena apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri.

Subhanallah……..

#Dikutip dari : Ust. Abu Fatiah Al Adnani dengan banyak modifikasi

Untuk istriku tersayang, hilangkan keraguanmu sedikitpun, dan yakinlah bahwa suamimu ini sangat-sangat mencintaimu kapanpun dan di manapun walaupun tidak sering kuungkapkan  langsung secara lisan. Semoga Allah selalu meridhaimu...